SELAMAT DATANG

Rabu, 20 Juli 2011

Kenapa Ikan Berbau Amis ???

Kira-kira kamu pernah berpikir gag? "Kenapa ikan berbau amis yaaa??
     Baru kemarin aja aku lihat di majalah bobo ada jawabannya nih. Jawabannya yaitu, karena di dalam tubuh ikan ada sekelompok bakteri yang menimbulkan bau amis ini. Bakteri itu menghasilkan zat yang berbau amis. Zatnya bernama zat amino volatil atau yang lebih dikenal dengan zat amino terbang.
     Sebenarnya, ikan hanya berbau amis jika terlalu lama terkena udara. Kenapa?? Hal ini disebabkan Zat amino volatil jika terkena udara akan berhamburan terbang dan mengenai hidung kita. Dengan begitu, maka kita akan mencium bau amis pada ikan. Namun demikian, ikan yang baru ditangkap / masih segar, tidak akan berbau amis.
     Jadi, bau amis pada ikan dapat digunakan untuk mengetahui apakah ikan tersebut masih segar atau tidak. Nah,, ada sedikit cara nih untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Caranya dengan memberi air jeruk pada tubuh ikan. Ini dapat dijelaskan secara ilmiah kok. Jadi begini : Pada saat air jeruk dioleskan pada tubuh ikan, terjadi perubahan kimia yang terjadi pada zat amino volatil. Zat tersebut yang pada mulanya sangat ringan, menjadi suatu zat baru yang berwujud padat. Zat baru ini disebut zat garam amino. Oleh karena bentuknya padat, maka zat ini tidak dapat terbang, dan tidak tercium oleh hidung kita.
      Yaah, demikianlah artikel yang saya dapatkan. Semoga semuanya dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
read more “Kenapa Ikan Berbau Amis ???”

Selasa, 19 Juli 2011

BIG LINE OF MUSIC

Music
  Music is an art form which the medium is sound. The word comes from Greek, mousike.
  The style of the music is divided into three, they are art music, popular music, and traditional  music. In these styles, they can be divided into several genres, and sub-genres. For example in art music, the genre in this style is classical music. While in popular music, the genres are hip-hop, blues, rock, jazz, pop music, and so on. In traditional music, every region has the characteristics of each.
   Style, and the music genre has its own listeners, who feel more comfortable when listening to that style. Now, young people usually like to listen to the loud music style, like a rock music. While, old people usually prefer to listen to the slow music style, like a slow rock music. This is because the genre is growing rapidly in that era.
    Music has a lot of characters, rangin from loud, cheerful, even spirit. Therefore, music can affect our mood like happy, sad, and angry.
    There are many kinds of music instruments, ranging from guitar, keyboard, drum, bass, flute, saxophone, xylophone, and so on. Drum is one of percussion instrument, while guitar, keyboard, saxophone, and xylophone are the example of melodic instrument. All of them has its own function.
read more “BIG LINE OF MUSIC”

Selasa, 08 Maret 2011

Perancangan Wilayah Kota

Setelah saya baca-baca dari beberapa situs lain, saya menemukan pengetahuan tentang perkotaan.
Di dalam teknik perancangan wilayah kota, telah dikenal tiga hal yang paling penting. Tiga hal ini adalah ruang/massa, jalur-jalur penghubung, dan tempat.
Massa atau ruang adalah satu hal yang paling terlihat di dalam perancangan kota. Jalur-jalur penghubung adalah tempat atau wilayah atau area yang digunakan untuk menghubungkan jalur, baik kendaraan, pejalan kaki, serta ru8ang terbuka yang membentuk suatu sistem tertentu yang merupakan ruang untuk bergerak, dan sistem pelayanan infrastruktur kota (linkage).
Sedangkan tempat adalah suatu letak yang fungsinya bermacam-macam. Tempat ini sendiri harus disesuaikan dengan budaya, sejarah, ekologi, detail, ornamen, persepsi visual. Da dalam sebuah kota, biasanya tempat tersusun atau terpola berdasarkan fungsi yang saling berhubungan. Di dalam suatu ruang terbuka publik di kota, terdapat berbagai macam pola tersebut, misalnya tempat umum, tempat berkumpulnya warga kota, baik individu, maupun berkelompok, tempat kegiatan warga kota.
Faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk suatu kawasan atau area adalah banyaknya bangunan yang ada, dan banyaknya tempat terbuka yang ada.
Tata kota juga memperhatikan kegiatan yang terbentuk di dalamnya. Kegiatan pemerintahan dan kegiatan masyarakat yang serasi akan membentuk suatu penataan ruang baik untuk bekerja, maupun untuk bertempat tinggal. Selain itu, keserasian antara kegiatan mesyarakat dan lingkungannya juga akan membentuk kawasan yang harmonis.
Penyelesaian masalah perancangan wilayah terkait dengan berbagai faktor yang cukup kompleks. Pendekatan perancangan dengan mempertimbangkan fungsi hubungan berbagai elemen perkotaan yang mengorganisasikan obyek dan ruang, termasuk proses serta aktifitas yang terjadi.
read more “Perancangan Wilayah Kota”

Rabu, 02 Maret 2011

Arsitek + Klien = Bangunan 'Berhasil'

Di dalam kehidupan manusia di bumi ini, tentunya seorang manusia tidak mungkin untuk bekerja sendirian. Setiap manusia membutuhkan bantuan orang lain baik berupa bantuan fisik ( material ), maupun bantuan ide atau gagasan.
Demikian juga dalam hal arsitektur. Apa yang dimaksud kerja sama di sini salah satunya adalah hubungan antara seorang arsitek dengan kliennya. Dalam hal ini, seorang arsitektur tidak hanya membuat bentuk bangunan yang indah dan sesuai keinginannya saja, tetapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kliennya yang berlatar belakang berbeda-beda.
Seorang arsitek tidak hanya dibekali dengan ilmu fisiknya saja, tetapi juga ilmu sosial agar dapat bekerja sama dengan kliennya. Namun demikian, dari sisi lain terdapat dua kebiasaan dari hubungan arsitek dengan kliennya.
Yang pertama yaitu arsitek lebih menekankan ide-ide dan gagasannya untuk membangun sebuah rumah. Hal tersebut terjadi karena sang arsitek merasa dirinya lebih mengetahui bidang tersebut, dan mengabaikan ide-ide dari kliennya. Yang kedua adalah sang klien yang lebih menekankan gagasannya, karena dirinya merasa yang memiliki bangunan tersebut, dan dia berhak untuk menentukan bentuk dari bangunannya sendiri.
Akan tetapi, meskipun terdapat dua masalah tersebut, sekarang di sepanjang jalan sudah banyak bangunan-bangunan yang berdiri. Baik yang bernilai arsitektur baik, dan yang kecukupan saja. Nah, mungkin saja bangunan yang tidak terlalu bernilai arsitektur ini karena adanya pengaruh dari sang klien yang lebih dominan dari pada arsiteknya. Tentunya akan menghasilkan bentuk bangunan ”yang penting dapat digunakan” saja.
Tapi mungkin juga permintaan klien sudah bagus, tetapi arsiteknya tidak dapat mewujudkannya dengan baik karena rendahnya tingkat pendidikannya.
Intinya adalah sebuah karya desain bangunan adalah bangunan yang bermanfaat bagi kliennya, dan juga memiliki syarat estetika, makna, simbol, seni dan budaya masyarakat yang juga sesuai dengan kliennya.
read more “Arsitek + Klien = Bangunan 'Berhasil'”

Senin, 07 Februari 2011

Arsitektur Kuno dari Indonesia

     Dalam membangun sebuah tempat tinggal, gaya arsitektur di Indonesia sangat terpengaruhi iklim tropis lembab. Selain itu, model bangunan juga disesuaikan dengan keadaan tanah di Indonesia yang labil akan bencana, seperti gempa dan banjir. Untuk mengantisipasi ancaman bencana tersebut, maka rumah-rumah tradisional di Indonesia banyak yang berbentuk panggung. Semakin rawan bencana, semakin tinggi pula panggungnya. Ruang di bawah panggung adalah ruang yang negatif yang dipergunakan untuk hal-hal tidak penting, seperti menyimpan barang dan hewan.
     Sebagian rumah tradisional di Indonesia hanya mengutamakan ruang luar untuk berkumpul bersama keluarga. Sedangkan Ruang yang ada di dalam bangunan berfungsi sebagai tempat tidur, dan tempat berlindung dari panas dan hujan.



     Masyarakat Indonesia kuno berusaha menyatu dengan iklim. Hal tersebut dapat kita lihat pada relief candi, bahwa orang-orang masa lalu selalu bertelanjang dada baik pria maupun wanita. Percandian merupakan kompleks peribadatan yang terpengaruhi agama Hindu dan Budha yang berasal dari India. Tetapi, dari relief yang ada di India, kita dapat mengetahui bahwa iklim di India dan di Indonesia sangat berbeda. Penampilan manusia lampau pada relief candi di India, badannya selalu ditutup kain. Hal ini menunjukkan ganasnya iklim di India. Relief dipelajari pada kondisi dan filosofi masyarakat pada saat itu.


         Tentunya masalah prinsip kehidupan ini juga akan berpengaruh pada perwujudan arsitektur

     Sebuah contoh kenusantaraan yang dapat dipelajari adalah arsitektur jawa kuno. Misalnya saja Majapahit, yakni sebuah kerajaan besar yang pernah menyatukan nusantara. Masyarakat Majapahit sangat menghargai matahari sebagai salah satu sumber kehidupan. Penghargaan ini tertuang ke dalam simbol kerajaan Majapahit yang berbentuk matahari, yang biasa disebut dengan ’surya majapahit’.



                        ”Saya berharap arsitektur kuno dari Indonesia dapat terangkat kembali” 


read more “Arsitektur Kuno dari Indonesia”

Jumat, 04 Februari 2011

Perbedaan Istilah Kuno, Klasik, Tradisional, dan Modern dalam Arsitektur.


Istilah Kuno, Klasik, Tradisional, dan Modern dalam Arsitektur.

            Sekarang saya akan mencoba memberi informasi tentang arsitektur kuno, klasik, tradisional, dan modern. Maksud dari istilah-istilah tersebut adalah bahwa : Tradisional merupakan ruang lingkup yang menyangkut tentang budaya, dan warisan budaya. Kemudian kata kuno maksudnya adalah sudah sangat lama. Dalam hal ini berarti peradaban yang sudah lama, dan berbeda dengan peradaban sekarang. Sedangkan modern tentunya kita sudah tahu artinya, yaitu ’zaman sekarang’. Lain halnya dengan klasik, yang merupakan sebuah langgam atau gaya tersendiri yang menyempurnakan gaya barok dan rokoko. Klasik sendiri berkarakteristik sempurna, seimbang, dan anggun.

            Istilah klasik dalam ruang lingkup nusantara, artinya adalah gaya kolonial yang anggun, seimbang, dan sempurna di Nusantara. Akan tetapi, harus diingat juga bahwa gaya kolonial di nusantara juga dipengaruhi dengan gaya arsitektur global. Bank Indonesia Jakarta terpengaruhi gaya klasik, sedang Hotel Savoy Homan Bandung terpengaruhi gaya modern ’art noveau’, Hotel Majapahit Surabaya terpengaruhi gaya modern dari Berlage.

Kesimpulan wacana ini adalah lawan dari ’kuno’ yaitu ’modern’, sedangkan lawan dari ’tradisional’ dan ’klasik’ adalah ’modern juga’.  

Saya harap setiap insan arsitektur membanggakan nilai lokalnya masing-masing. Nilai-nilai yang ada di tempatnya tumbuh dan berkembang, seperti nilai di Batavia, Bandoeng, Djogja, Solo, Medan, Makasar, Denpasar, Singaraja, Jayapura, dsb. Siapa lagi yang akan mengangkat nilai-nilai tersebut untuk eksistensi ’arsitektur nusantara modern’.

read more “Perbedaan Istilah Kuno, Klasik, Tradisional, dan Modern dalam Arsitektur.”

Selasa, 01 Februari 2011

Ruang Lingkup Arsitektur

Ruang lingkup dan keinginan
      Setelah kita mengerti arti dan sejarah singkat dari pada arsitektur, sekarang saya mau membagikan tentang apa saja yang masuk ke dalam ruang lingkup dari arsitektur. Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura, bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika, Kekuatan, dan Kegunaan / Fungsi. Arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi lain, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis.
      Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Menurut Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.
Teori dan praktik
      Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan. Vitruvius mengatakan : "Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan".
read more “Ruang Lingkup Arsitektur”